Di Balik Pesona Surga

20319492Siapa bilang novel yang bukan bergenre romantis atau yang berbau cinta-cintaan tidak menarik?
Baru-baru ini saya telah menyelesaikan membaca satu novel karangan Pak Arif YS. Novel ini sangat bagus menurut saya. Novel ini juga syarat akan nuansa-nuansa agama.
Dalam buku ini, tidak sedikitpun diangkat kisah-kisa percintaan sepasang anak manusia. Mungkin hal itu yang membuat saya sangat terpesona dengan buku ini. Salah satu yang menarik dan ditonjolkan dalam buku ini menurut saya yaitu, kisah seorang lelaki bernama Andi yang belajar dan berjuang menjalani hidup untuk mencari sebuah jawaban mengenai konsep surga.
Awal cerita dari novel ini diawali dengan perjuangan Andi untuk menemui ibunya yang sedang sakit keras di Rembang. Sebelum pergi, Andi meminta izin dengan istrinya dan anak-anaknya. Andipun diantar dengan sang istri ke stasiun kereta Bekasi. (satu pelajaran yang saya dapatkan dari bagian ini. Meskipun Andi seorang kepala rumah tangga, namun ia tetap berpamitan dengan istrinya. Begitupun sebaliknya, sesibuk apapun istri Andi mengurus rumah tangga, ia tetap mengantar suaminya yang akan berangkat meninggalkannya sejenak)
Sesampainya di Rembang, Andi harus berjuang lagi menggunakan kendaraan roda empat untuk sampai ke rumah saki, tempat ibunya dirawat. Ketika sampai di rumah sakit dan melihat ibunya, Andi sangat bersedih, karena sudah lama ia tidak bertemu dengan ibunya. Ketika mendekati ibunya yang telah terbujur lemas dan tidak sadarkan diri, terlintas sedikit kekecewaan dalam diri Andi. Ia merasa demi mencari sebuah surga, ia rela meninggalkan semua kebahagiaan dunia yang pernah ia dapatkan, berupa pekerjaan, beassiwa, bahkan orangtua. Hingga akhirnya setelah menikah, ia membawa istri dan anak-anaknya menetap di Bekasi.
Andi telah tergiur oleh pesona surga yang dijanjikan oleh sebuah pesantren. Ia mengira bahwa pesona surga itu ada di suatu tempat bernama pesantren Al-Huda, yang mungkin secara umum jika mendengar kata pesantren, pikiran kita akan mengarah pada tempat yang Islami serta nilai-nilai kebaikan di dalamnya. Namun, hal itu tidak berlaku pada kehidupan Andi. Setelah berhasil masuk ke pesantren yang ia impikan itu, ia malah menemukan ketidakadilan didalamnya. Dan karena itu pula ia terus bertanya mengenai konsep surga yang sebenarnya yang ia belum juga dapatkan.
Melalui buku ini, setidaknya saya mengerti bahwa, Seseorang yang rajin ke masjid, tidak menjamin dirinya masuk surga, namun pergi ke masjid dengan rajin merupakan salah satu cara masuk surga. Seseorang yang rajin bersedekah, tidak menjamin sedekahnya akan menolongnya, namun rajin sedekah merupakan salah satu cara terhindar dari api neraka. Tidak ada manusia yang sempurna. Kalimat itu benar dan nyata terjadi. Meskipun seluruh kebaikan telah dilakukan jika niatnya ingkar sedari awal, maka hanya dosa yang didapatkan.
saya mengutip salah satu puisi dalam Novel ini yang sangat menyentuh hati:

Waktu berjalan meninggalkan masa silam
Rotasi kehidupan berputar bagai siang dan malam.
Rintih menindih, haru menderu, senang melenggang menutup kelam
Terang benderang, cahaya bersinar menerang alam.
Sesal kecewa menghias ragam dinamika
Mawas diri dan waspada tindakan bijaksana
Sekedar tengok ke belakang sebagai wacana
Tatap ke depan pastikan langkah menempuh asa
Jauhi dosa dan hindari tindakan tercela
Titi jalan Tuhanmu ikuti Rasul pembawa berita
Pantang menyerah halang rintang yang menerpa
Terus berkarya tuk mengabdi kepada yang Esa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s