Sederhana

Sederhana. Aku suka kata-kata itu. Ada yang mengatakan “cintai aku dengan sederhana”, “jalani hidupmu dengan sederhana” dan “jadilah manusia yang sederhana”. Kata-kata sederhana membuatku melihat sesuatu yang tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan. Intinya sederhana. Seperti gambar di atas, lihatlah dengan cara yang sederhana.

Etika

Mama selalu mengatakan kepada dua putrinya bahwa etika menjadi salah satu perhiasan setiap manusia baik dia laki ataupun perempuan.

Siang ini saya mempelajari etika dalam konteks bisnis, dan kebetulan saya membaca suatu pernyataan yang di tuliskan Velasquez melalui bukunya, ia sendiri terkejut mengetahui bahwa ternyata melalui perfect market competition konsep etika juga digunakan. Konsep tersebut antara lain utility, justice dan rights.

Konsep etika menurutku telah ada di setiap diri individu sejak ia lahir. Oleh karena itu lingkungan individu sangat membantu pembentukan etikanya.

Di awal semester 2

Tak terasa semester satu telah berlalu. Banyak cerita di dalamnya, mulai bertemu teman baru, dosen hingga artikel-artikel yang menguras otak menjadi  bumbu pelengkap kehidupan mahasiswa dalam kuliah s2.

Di awal semester dua ini sejarah baru akan terukir dalam ruang dan waktu yang berbeda. Artikel, ia akan tetap menjadi sahabat mahasiswa untuk berpetualang menyusuri berbagai penemuan dari penelitian ilmiah.

Kuliah perdana hari ini seorang dosen mengeluarkan beberapa kalimat penyemangat. Salah satunya adalah “Terkadang seseorang akan mengeluarkan seluruh kemampuannya ketika terdorong dan telah berada di ujung jurang“. Inti kalimat itu adalah Force Yourself. Hidup ini terkadang memerlukan paksaan agar kita tahu seberapa besar kemampuan dan kekuatan yang kita miliki.

Surga yang Tak Dirindukan

33aa2caa5af9428010be8e3c68525366Jika kalian bertanya, sekuat apakah perempuan, maka saya akan menjawab sangat kuat. Film ini sangat menginspirasi kaum adam dan hawa khususnya yang telah memiliki pasangan halal.

Pesan yang dapat saya tangkap dalam film ini adalah setiap pilihan yang kita ambil akan ada resiko setelahnya. Akan tetapi cara kita untuk mengatasi resiko, itulah yang menentukan hasil pilihan kita.

Suatu penerimaan yang tulus merupakan kuncinya, dan itulah ikhlas.