Menunggu dan Merenung

Semenjak berada di Yogyakarta, ini kali pertama sy menjemput teman sy yg sudah sy anggap saudara saya. Dia adalah perempuan periang dan berani, yg berasal dari Aceh. Kalau dekat dengannya berasa selalu pengen bahagia, itu salah satu keunikan yg jarang sy temukan pada diri seseorang.

Sekarang sy sedang berada di Bandara menantinya (seorang diri, sedih kali…). Sambil menunggu, lebih baik sy menulis tentang kebesaran Allah. Ini adalah tema yang sangat sy sukai. Menulis segala hal tentang Allah membuat sy menulusuri perasaan sy ke Tuhan yg Maha Kuasa.

Di bandara ini, sy melihat ada banyak orang yg pasti berlatar belakang berbeda dgn sy, dan tujuan yg berbeda pula. Hal yang membuat sy tertarik adalah melihat segala gerak-gerik mereka. Ada yg kelihatan bosan, ada yg happy2 aja sendiri (seperti sy), ada yg asik ngobrol, ada yg main hp, dan ada yg sibuk nulis di hp (hehehe that was me).

Sambil menulis dan melihat orang2 itu, sy kemudian berpikir, Maha Besar Allah yg telah menaruh suatu benda unik yaitu otak di dalam diri manusia. Kemudian, otak itu mampu menjadi pusat penggerak manusia. It is amazing, isn’t it?. Bagaimana bisa seorang manusia dapat sombong dan angkuh, jika otak saja yg kecil tidak dapat dibuat. Bagaimana bisa manusia sombong dan angkuh jika setipis kuku saja tidak dapat ditumbuhkan. Maha Besar Allah atas segala ciptaannya.

Segala hal yg tertulis merupakan renungan untuk diri penulis.

Yogyakarta, 9 Agustus 2017, pukul 7.13 pm.

Kusebut itu Ketenangan

Setiap hari adalah hari baru. Hari dimana kita bangkit dari tidur singkat. Kemudian bergegas melihat dunia yang masih berselimuti langit gelap.

Di sepertiga malam sang Penguasa mendekatkan diriNya pada tiap-tiap insan manusia yang menghadapnya dalam gerakan indah yaitu sholat.

Takbiratul ikram yang bermakna kebesaran Ilahi terucap lantang dari mulut-mulut hambanya yang meyakini kehadirannya.
Engkau datang Tuhan.
Engkau datang mendengar permintaan hambamu yang sangat lemah.

Lantunan ayat-ayat suci telah terucap merdu dalam keheningan malam, diiringi gerakan jarum jam yang berjalan melewati angka-angka tiap detiknya. Sungguh atas kuasaNya, semua hidup dan mati.

Daun-daun yang menari indah di luar kamar adalah buktianya jika seorang hamba sedang menghamba pada Rajanya yg kuasa. Meminta dan merayu dengan segala ingin dan harapan untuk dikabulkan.
Terkadang diri malu dihadapan Mu Robb…

Pengalaman dan didikan

Kemarin tanggal 1 Juli 2017, dari pagi hingga siang menjelang sore, waktu sy dan keluarga banyak digunakan untuk membesuk kerabat dekat. Paginya sy, kakak dan mama membesuk tetangga yg baru saja melahirkan, trus siangnya membesuk kakek yg sedang dirawat di RS karena beliau menderita stroke. Kebiasaan menjenguk keluarga maupun tetangga sudah menjadi agenda yg harus dilakukan bersama-sama, karena menurut bapak kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menambah kedekatan dan memperoleh ilmu dari pengalaman orang lain. Bapak pernah memberitahukan kepada sy, kakak dan mama bahwa ada hikmah dibalik membesuk orang sakit, yaitu pentingnya menjaga dan mesyukuri kesehatan. Begitupun sebaliknya, adanya bayi yg baru lahir harus jg disyukuri dengan menjaga dan mendidiknya.

Mendidik anak bukan suatu eksperimen coba2 untuk menerapkan suatu metode, melainkan suatu proses untuk memperlakukan anak-anak tanpa memakai topeng, atau mengonta-ganti metode mendidik hanya untuk melihat metode mana yg terbaik. Bapak sy pernah mengatakan kalau dia mendidik sy dan kakak tanpa kepura-puraan, jika ia sayang, maka ia akan katakan sayang ke sy dan kakak, namun jika ia marah, maka ia akan betul-betul marah untuk memperbaiki perbuatan yg salah. Semuanya tanpa pura2, pura2 marah atau sayang.

Sejak kecil hingga sy dan kakak dewasa, bapak memang sangat memanjakan kami, namun ia jg menyampaikan kepada sy dan kakak kalau rasa manja itu hanya boleh ada dan nampak di dalam rumah. Jika di luar rumah sy dan kakak harus menjadi mandiri, tidak boleh menyusahkan orang lain, tidak boleh berharap dan bergantung dengan orang lain, kecuali kalau memang sangat-sangat butuh bantuan. Begitulah separuh cerita proses didikan dalam keluarga saya dan masih banyak lagi.

Dalam tulisan ini, sy ingin membagikan pengalaman sy bercerita dengan adik sepupu sy bernama Rafasya yg sy lakukan siang kemarin (1 Juli 2017) setelah sholat dhuhur di masjid RS tempat kakek sy dirawat. Jadi, setelah sholat dhuhur, mama, om dan tante saya sedang duduk di pelataran masjid, sy pun ikut dukuk di dekat mereka. Kebetulan adik sy Rafasya juga ikut duduk di samping sy. Nah pada saat itu, sy teringat dengan pernyataan beberapa psikolog yang pernah sy dengar di tv maupun yg sy baca di media online mengenai pentingnya mengajak ngobrol anak kecil untuk menumbuh kembangkan pola dan cara berpikirnya. Sy kemudian tertarik untuk melakukannya dengan memulai obrolan yg sebelumnya telah sy lakukan sebelum sholat dhuhur bersama Rafasya. Sy menanyakan bagaimana sekolahnya (ia pun menjawab dengan antusias dan sesekali menaikkan matanya seolah2 berpikir, lucu sekali, sebenarnya sy hampir tertawa, tapi sy berusaha menahannya untuk menghargai adik sy yg bercerita). Kemudian sy bertanya buku2 apa yg sudah ia baca, apa isi bukunya, apa gambar bukunya, bagaimana ia memilih buku yg ia ceritakan sedangkan di toko buku ada banyak buku yg bagus, kenapa tertatik dengan buku itu. Semua itu sy tanyakan. Masih dengan mimik yg sama ia begitu serius menjelaskan ke sy. Kadang2 jawabannya agak ngawur dan melenceng dari pertanyaan, tapi ada pengalaman yg sy dapatkan bagaimana memperlakukan anak kecil (setidaknya membuktikan statement para psikolog), dan benar apa yg disampaikan sebagian para psikolog kalau anak2 kecil itu harus sering diajak bercerita, diajak membaca, dan diajak ke tempat2 yg bermanfaat seperti kebun binatang atau musium agar mereka berpikir tentang apa yg mereka lihat. Adik sy salah satunya.

Ketika sy bercerita dengan adik saya Rafasya, sy melihat dia berusaha untuk berpikir mengingat pengalaman2nya ketika membeli buku dan ada satu kata yg sy sempat kaget mendengar keluar dari mulutnya yaitu ‘satu kesatuan’ hah? Hehehe jdi dia bercerita pada saat membeli buku di toko buku, dia melihat suatu kesatuan buku, suatu kesatuan buku itu maksudnya buku berseri yg dipaketkan menjadi satu dan berisi 4 jenis buku (masing2 buku ada covernya, ada cover buah2han, hewan, trus dua buku lainnya dia lupa covernya, tpi dia hanya ngambil yg cover buah2han dan hewan) hehehe.

Never stop to read a book, because a book can show you everything and don’t stop telling a story to your children because they are need it to grow up and improve their personality to be a smart human with experience and knowledge

Semoga bermanfaat untuk para ibu2 yg memiliki anak2 kecil. Jangan disia-siakan anakanya. Didiklah mereka agar menjadi orang yang bermanfaat dalam kebaikan.

New Day

Jika besok kita masih diberikan kesempatan untuk melihat dunia, maka ucapkanlah syukur dan pujilah kebesaran Allah, karena Ia masih memberikan kita hari yang baru dengan semangat yang juga baru.

Hari baru yang telah diberikan layaknya selembar kertas putih, beserta penanya Allah memberikan kita berbagai macam warna. Apakah kita akan menggunakan satu macam warna hitam saja, atau berbagai macam warna.

Semuanya adalah pilihan.

Sayang rasanya, jika hanya menggerutu dan menyesali segala kejadian yang telah berlalu. Toh, itu juga tidak akan kembali.

Sambutlah hari baru itu dengan senyuman dan harapan. Lapangkan dada dari berbagai macam kesakitan hati. Dekatkanlah diri dengan yang Maha Mampu Menjadikan, karena dengan bersama Sang Penguasa tidak akan ada jalan buntu.

Motivasi untuk diri sendiri ^_^

Diskriminasi terhadap Perempuan

20170414_112212

Tidak bisa dipungkiri, saat ini keberadaan perempuan dalam dunia bisnis memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perkembangan perusahaan. Berdasarkan situs Fortune.com, diberitakan terdapat 20 wanita paling berpengaruh sepanjang tahun 2016 yang hingga saat ini sedang menjabat dan memimpin perusahaan besar kelas dunia. Sebut saja diantaranya Marry Barra CEO dan Chairman General Motor Company, Indra Nooyi CEO dan Chairman Pepsi Company, Marillyn Hewson CEO, Chairman sekaligus President dari Lockheed Martin, serta Sheryl Sandberg COO dari perusahaan networking Facebook dan masih banyak perempuan lainnya. Perempuan-perempuan tersebut telah berhasil dalam pemulihan stabilitas perekonomian perusahaan yang dapat dilihat dari kemampuannya meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi kerugian.

Ide, gagasan, cara pandang dan pola pikir seorang perempuan saat ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Kehadirannya begitu menghiasi berbagai sektor, baik private maupun public. Emansipasi wanita yang diteriakkan sejak dulu hingga sekarang, di berbagai negara telah berhasil sedikit demi sedikit mengikis tindakan diskriminasi pada kaum minoritas khususnya wanita yang dianggap kaum lemah. Sementara disisi lain tindakan diskriminasi masih tetap terjadi.

Usaha persamaan hak saat ini sedang gencar diterapkan di berbagi kegiatan umum masyarakat. Misalnya dalam perusahaan ataupun instansi pemerintah telah menetapkan proporsi antara pekerja laki-laki dan perempuan. Penetapan tersebut dilakukan untuk menghindari adanya isu diskriminasi dalam pekerjaan yang berdasarkan gender. Namun, yang menjadi pertanyaan apakah penetapan proporsi tersebut telah berhasil dilakukan dan dapat menghindari diskriminasi kaum minoritas, khususnya terhadap perempuan?

Baru-baru ini melalui laman Metro Tv News.Com diberitakan adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh Amit Singhal yang merupakan senior vice precident of engineering pada perusahaan Uber. Kejadian pelecehan tersebut dilakukan ketika Singhal masih bekerja di perusahaan raksasa bidang pencarian yaitu Google. Berita tersebut sangat disayangkan karena melibatkan salah seorang ilmuan yang diketahui memiliki pengaruh besar dalam perkembangan pengetahuan teknologi dunia.

Munculnya pemberitaan tersebut menambah panjang daftar pelecehan seksual terhadap kaum wanita sekaligus membantah pernyataan bahwa diskriminasi dalam pekerjaan telah dapat dikatakan teratasi. Perusahaan besar yang harusnya dianggap memiliki kode etik terbaik dan dapat dijadikan contoh pada perusahaan kecil justru mencerminkan bahwa kode etik serta aturan yang mereka miliki belum mampu menjaga hak perempuan dalam bekerja

Diskriminasi Karyawan
Di dalam buku Etika Bisnis karangan Manuel G Velasquez, dijelaskan bahwa diskriminasi merupakan suatu tindakan yang salah dan tidak bermoral karena membedakan setiap individu tidak berdasarkan prestasinya akan tetapi berdasarkan prasangkanya semata. Prasangka yang dimaksud tepatnya lebih mengarah pada pandangan pribadi individu ke individu lainnya. Pandangan tersebut biasanya memunculkan ketidakadilan karena terkadang mengandung self-interest untuk menjatuhkan atau menyakiti orang lain.

Adanya self-interest di setiap diri pribadi manusia sebenarnya merupakan hal yang wajar, namun perlu diketahui self-interest yang tidak berlandaskan keadilan akan memunculkan kerugian terhadap diri individu itu sendiri maupun individu lainnya bahkan suatu komunitas besar. Oleh karena itu di dalam model rasional organisasi menurut Velasquez pentingnya memasukkan tanggung jawab etika yang berfokus pada kewajiban moral karyawan mematuhi perintah atasan selama masih dalam koridor yang tepat sesuai aturan umum yang berlaku serta tidak mengancamkan tujuan organisasi. Disisi lain kewajiban moral pemberi kerja atau atasan dalam perusahaan untuk menyediakan kondisi aman dan adil kepada semua karyawan.

Dampak diskriminasi terhadap perusahaan
Diskriminasi terhadap kaum tertentu merupakan tindakan yang sangat merugikan, tidak hanya merugikan pihak yang mendapat diskriminasi, tetapi juga dapat merugikan pihak yang melakukan deskriminasi, bahkan lebih dari itu dapat mempengaruhi institusi maupun kelompok tertentu secara luas.

Seperti kasus pelecehan yang diduga dilakukan Amit Singhal yang telah disebutkan di atas. Perusahaan tempat Singhal bekerja merespon cepat isu tersebut dengan mengeluarkan keputusan pemecatan. Akan tetapi, sebelum melakukan pemecatan, Singhal telah mengajukan pengunduran diri terlebih dahulu.

Keputusan pemecatan merupakan salah satu cara yang saat ini dianggap tepat untuk memberikan sanksi terhadap karyawan yang melakukan diskriminasi, baik manajer pada level atas, menengah hingga bawah. Bagaimanapun juga seluruh pihak dalam suatu instansi maupun perusahaan tidak ingin dipimpin oleh seorang eksekutif yang dituduh melakukan diskriminasi apalagi terkait pelecehan seksual terhadap kaum wanita yang saat ini haknya sedang diperjuangkan. Kabar adanya pelecehan seksual dalam perusahaan dapat mempengaruhi eksistensi perusahaan di tengah-tengah masyarakat. Kabar tersebut berdampak pada penurunan reputasi perusahaan yang mempengaruhi pola pikir masyarakat untuk tidak lagi ingin menggunakan layanan ataupun produk yang ditawarkan perusahaan. Jika sudah seperti ini, maka akan mengurangi pendapatan perusahaan yang berujung pada kerugian bahkan penutupan operasi perusahaan.

Akhir kata dari penulisan ini, penulis ingin menyampaikan bahwa tindakan diskriminasi terhadap kaum minoritas di berbagai wilayah, bidang, dan instansi khususnya yang menyangkut pelecehan seksual merupakan hal yang salah dan melanggar hak moral individu untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman. Berbagai macam agama yang ada di muka bumi ini, sejatinya tak satupun yang pro dan membenarkan tindakan diskriminasi dan pelecehan seksual.

Pada momentum peringatan hari perempuan internasional yang jatuh tepatnya pada tanggal 8 Maret 2017 kemarin, menunjukkan semangat yang tidak pernah padam untuk mempertahankan dan memperjuangkan hak-hak wanita agar bisa hidup lebih baik, dengan tidak adanya penghalang yang dapat mengehentikan langkahnya untuk memberikan kontribusi terbaik melalui inovasi dan karyanya baik dalam bidang seni, olahraga, teknologi maupun ekonomi. Dalam tulisan ini pula izinkan penulis untuk mengucapkan selamat hari perempuan untuk semua perempuan di dunia melalui puisi singkat ini.

Kukira angina telah berhembus ditelingaku
Nyatanya tidak, itu adalah suara wanita yang berbisik lembut
Kukira adanya pancaran cahaya yang mengerutkan mataku
Nyatanya tidak, itu adalah pancaran kebaikan wanita yang tak pernah surut
Berupuluh-puluh tahun perjuangan telah kau kobarkan
Semangatmu bagikan kekuatan untuk beragam kehidupan
Pandangamu mengisyaratkan harapan
Langkahmu ialah melodi yang menangkan

Menyucikan Jiwa

Halo…

Malam ini saya mau sharing tentang perbincangan saya dengan bapak mengenai agama. Saya merasa semenjak berada di tempat baru, jiwa saya jarang disiram dengan suara adzan langsung dari masjid, lantunan ayat-ayat alquran dan dakwah-dakwah. Kebanyakan waktu saya akhir-akhir ini dihabiskan hanya berkutak dengan tugas yang menumpuk.

Hingga akhirnya bapak malam ini berbagi ilmunya lagi. Entah apa topiknya, bapak tiba-tiba menanyakan keadaanku dan kondisiku yang saat ini sudah tidak pernah mendengarkan adzan. Sedikit flashback, dulu tempat kosku berada di seberang dan sangat dekat dengan masjid. Sehingga pada saat masuk waktu sholat, suara adzannya kedengaran sangat besar. Akan tetapi saat ini kondisinya sangat berbeda.

Melalui via telpon Bapak berkata:
“Sebagai manusia kita butuh siraman rohani. Siraman itu kita dapatkan melalui pendengaran dan penglihatan. Oleh karenanya mengapa diberbagai surat Allah selalu diidentikkan bahwa Dia maha mendengar dan maha melihat? Itu karena kedua indra itu mampu memberikan pengetahuan. Terkadang¬† kita menganggap pengajian, membaca dan mendengarkan ceramah sudah tidak perlu dilakukan, karena sudah merasa banyak tahu. Padahal esensi kita membaca, mendengarkan cermah dan ikut kegiatan agama adalah sebagai bentuk pencucian jiwa kita. Coba lihat surah Asy Syams. Surah itu menunjukkan berbagai macam waktu, suasana dan kondisi. Allah memberikan kita kesempatan untuk menyucikan jiwa. Lihat arti yang berbunyi (Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya). Kalau kita pahami kata-kata itu, sesungguhnya Allah SWT memberikan kita keleluasaan, hak dan kebebasan untuk memilih mau menyucikan atau mau mengotori jiwa. Allah SWT memberikan kita berbagai kondisi waktu yang dapat kita gunakan untuk menyucikan jiwa. Itu tergantung dari kita sebagai manusia. Melalui pendengaran dan penglihatan kita bisa menyucikan jiwa”.

Menutup sharing ini saya ingin berbagi pengalaman. Saya sering melihat dan mendengar ceramah melalui youtube. Cermah yang sering saya dengar itu dari ustad Yusuf Mansyur. Kadang-kadang ada satu topik cermah yang sering saya nonton berulang-ulang kali. Proses pengulangan itu tidak lain karena terkadang saya tidak menemukan maksud ceramahnya, hati saya tidak melakukan pembenaran dan penalaran terhadap isi ceramah itu. Tetapi biasanya dipengulangan berikutnya, ada suatu masa atau titik dimana tiba-tiba otak dan hati saya bekerja bersama-sama untuk menerjemahkan maksud cermah itu dan kemudian seperti terinternalisasi dalam jiwa saya agar saya bertindak lebih baik. Ini kali ya salah satu contoh yang bapak saya katakan bahwa meskipun kita sudah tahu, pengulangan untuk membaca dan mendengarkan ceramah merupakah hal yang harus kita lakukan, dengan tujuan membersihkan jiwa. Kita tidak tahu dalam kondisi apa, dimensi apa hati kita tiba-tiba tersentuh dan mau menghayati maksud suatu pengetahuan.

Semoga bermanfaat ^^

Payung yang menganggur

Sore itu, setelah azhar di suatu masjid, hujan begitu deras dan udara sangat dingin menembus baju tebalku. Aku menatap langit yang ditemani awan hitam. Kutarik sendalku yang basah kejatuhan air dari langit. Aku menggoyang-goyangkannya yang didominasi warnah putih agar airnya terjatuh. Tiba-tiba seorang anak kecil menghampiriku lalu menawarkan payung berwarna kuning. Wajahnya sangat bersinar bak lampu yang menyilaukan mata. Aku bertanya dalam hati dari mana asalnya anak ini. Seperti mengetahui isi hatiku, ia lalu tersenyum dan menaruh payung itu kemudian berlari dan bayangannya tak terlihat lagi. Aku melihat payung itu beberapa menit, kemudian aku mengambilnya dan kuselipkan di lengan tangan kananku. Aku tidak menggunakannya, kubiarkan saja menganggur. Bisikku dalam hati “payung dari malaikat langit”.